Senin, 17 Oktober 2011

moto gp

Hasil MotoGP Tidak Pengaruhi Penjualan Yamaha

Azwar Ferdian - Okezone
Senin, 17 Oktober 2011 12:16 wib
 8  00
detail berita
F: Jorge Lorenzo (daylife)

JAKARTA – Ajang balap motor MotoGP adalah event balapan yang paling digemari di Indonesia. Bahkan dua pabrikan besar Yamaha dan Honda, berkesempatan memasang tagline di motor dan jaket pembalap.

Yamaha dengan tagline Semakin Di Depan pada motor dan jaket Jorge Lorenzo serta Ben Spies. Sementara tagline One Heart pada pembalap dan motor Honda Racing Corporation.

Sempat muncul anggapan bahwa penjualan sepeda motor di tanah air juga sedikit banyak dipengaruhi oleh hasil balapan di MotoGP. Misalnya, pada musim lalu Yamaha Racing bersama Jorge Lorenzo berhasil menjadi juara, bisa dipastikan penjualan Yamaha akan meningkat.

Namun, teori tersebut dibantah oleh General Manager Promotion & Marketing YMKI Eko Prabowo. Menurutnya, apapun hasil di MotoGP tidak selalu berbanding sama dengan penjualan di Indonesia.

“Kalah atau menang di MotoGP tidak jadi soal pada penjualan kami. Saat ini konsumen sepeda motor di Indonesia sudah pintar. Apalagi dalam sebuah kompetisi seperti MotoGP kalah atau menang adalah hal biasa,” jelas Eko Prabowo kepada Okezone.

“Pembeli sepeda motor tidak lantas bila Yamaha kalah lalu membatalkan niatnya membeli merk Yamaha. Mereka sudah pintar dalam memilih sebuah varian dan mengetahui plus-minus dari sebuah varian,” lanjur pria berdarah Jawa dan Sunda ini.

Seperti diketahui, musim ini Jorge Lorenzo gagal mempertahankan gelar juaranya setelah harus mengakui keunggulan Casey Stoner. Pembalap HRC tersebut baru saja memastikan gelar juara setelah menjadi yang tercepat pada GP Australia, sirkuit Philip Island, akhir pekan lalu. Ironisnya, Lorenzo malah harus terjatuh saat pemanasan yang berakibat fatal setelah jari manisnya terputus akibat kecelakaan tersebut.
(zwr)
Metrotvnews.com, Phillips Island: Pebalap Australia Casey Stoner memastikan gelar juara dunia MotoGP, Ahad (16/10), setelah dirinya mencatat kemenangan kelima secara beruntun di Grand Prix Australia. Gelar ini terasa tambah manis karena bertepatan dengan ulangtahunnya ke-26.

Kemenangan pebalap Honda itu sudah cukup untuk memastikan gelar juara dunia kedua kali. Dengan dua seri tersisa, setelah juara bertahan Jorge Lorenzo, yang merupakan pesaing ketatnya, mengundurkan diri setelah mengalami cedera dalam latihan.

Stoner mendominasi para pesaingnya dalam tiga hari di Phillip Island dan tidak pernah terlihat seperti akan kalah dalam balapan tersebut. Dia kini tidak terkalahkan sejak 2007, tahun saat dia pertama kali memenangi kejuaraan dunia di atas motor Ducati.

Dia mendapat peluang emas saat pebalap Spanyol Lorenzo mengalami kecelakaan dalam pemanasan dan terpaksa harus mundur dengan mengalami cedera serius pada tangannya, yang berarti pebalap asal Queensland itu hanya harus finish di posisi enam besar untuk memastikan gelar juara dunia.

Sementara Lorenzo diterbangkan ke Melbourne untuk menjalani operasi pada jari tangan kirinya, Stoner memimpin balapan dari posisi start terdepan (pole) hingga akhir balapan tersebut.

Dia membuka keunggulan besar dan mempertahankannya meskipun harus bertarung menghadapi kondisi berbahaya saat hujan mulai turun tiga putaran lagi sebelum finis.

Stoner agak memperlambat motornya untuk memastikan dia tidak akan terjatuh dan akhirnya meraih kemenangan dengan keunggulan dua detik atas dua pebalap Italia yang memacu Honda Marco Simoncelli dan Andrea Dovizioso.(ICH)

Senin, 17/10/2011 04:37 WIB
Masih Banyak PR untuk Rossi
Meylan Fredy Ismawan - detiksport




Getty Images/Mirco Lazzari
Phillip Island - Valentino Rossi kecewa berat setelah gagal menyelesaikan balapan MotoGP Australia. Rider Ducati ini pun ditunggu banyak tugas untuk memperbaiki performanya.

DI Phillip Island, Minggu (16/10/2011), Rossi sebenarnya berpeluang meraih poin berharga. Tapi, dia mengalami kecelakaan usai merebut posisi kelima dari tangan Alvaro Bautista pada lap ke-14.

"Kecelakaan ini benar-benar memalukan karena saya bisa finis kelima," sesal Rossi di situs resmi MotoGP.

"Setelah start yang cukup bagus, saya kemudian dilewati Nicky (Hayden) dan Bautista, tapi setelah itu saya menemukan ritme saya dan mampu menyalip mereka lagi," tambah The Doctor.

"Sayangnya, saya gagal mengendalikan bagian depan saat menyalip Alvaro, dan saya benar-benar kecewa karena saya tak menduganya," kata Rossi.

Hingga seri ke-16, Rossi belum juga bisa tampil mengesankan bersama Ducati meski sudah bekerja keras. Dia pun wajib menuntaskan masalah-masalah yang dia alami demi hasil yang lebih baik pada musim depan.

"Terbukti, meski kami sudah bekerja keras, kami masih belum memecahkan masalah ini," ujar Rossi.

"Di Jepang dan di sini, kami harusnya bisa mendapatkan poin bagus dan bukannya tak mendapatkan apa-apa. Kami masih bekerja dan kami masih punya beberapa hal penting untuk dicoba dalam tes berikutnya," tandasnya.

( mfi / krs )

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Resistance Bands, Free Blogger Templates